Laporan

M. K. Teknologi Produksi Ternak Babi dan Kuda
Hari/Tanggal: Kamis/27 Agustus 2009

MAKALAH BANGSA KUDA NONIUS

Oleh:
Lenny Romauli M
D14070097

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kuda adalah hewan liar yang telah didomestikasi, telah dikelola oleh manusia dan masih satu ras dengan keledai dan zebra. Sebagian kuda masih ada yang tetap instinctive, yaitu masih mampu bertahan untuk tetap hidup tanpa campur tangan manusia. Pada zaman purbakala kuda diburu dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Namun semakin berkembangnya pola pikir manusia, dengan dirasakannya bahwa kuda dapat membantu pekerjaan manusia, beberapa kuda dijadikan sebagai sahabat, yaitu alat transportasi. Secara tidak sadar, manusia telah mendomestikasi kuda.
Seiring pula dengan kemajuan zaman, manusia melakukan penelitian dan identifikasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kuda-kuda. Akhirnya, sekarang teridentifikasi begitu banyak bangsa kuda yang terdapat di seluruh dunia yang saat ini justru masih banyak yang belum mengenal banyaknya keragaman bangsa kuda tersebut. Walaupun demikian, hingga sekarang ini kuda masih dijadikan sahabat manusia dalam banyak bidang.
Salah satu jenis bangsa kuda adalah Nonius. Kuda Nonius adalah kuda peranakan yang berasal dari negara Hongaria. Fakta menarik yang dapat dipelajari dari kuda Nonius adalah setelah melalui penelitian. Kuda Nonius adalah kuda yang harus dikenakan songsong pakaian kuda atau yang lebih dikenal dengan breast harness yang berbeda untuk dapat memaksimalkan kekuatan punggungnya.

Tujuan

Makalah dengan studi pustaka dan literatur mengenai bangsa kuda ini dibuat dengan tujuan untuk mempelajari dan memperoleh informasi mengenai bangsa-bangsa kuda di dunia. Makalah ini juga dibuat secara khusus hanya satu jenis bangsa kuda tiap mahasiswa, agar dapat dikenal lebih dekat lagi satu jenis bangsa kuda tersebut, dan akhirnya menimbulkan kecintaan terhadap mata kuliah teknologi produksi ternak babi dan kuda.

METODE

Materi

Bahan yang diperlukan untuk tinjauan pustaka ini adalah buku atau literatur mengenai kuda Nonius beserta gambar-gambarnya, kamus bahasa Inggris, dan situs-situs yang dapat dijadikan referensi pembahasan kuda Nonius.
Alat yang diperlukan untuk tinjauan pustaka ini adalah alat tulis dan buku, komputer, dan media penyimpan data.

Prosedur

Makalah ini dibuat dengan studi atau tinjauan pustaka, baik dari perpustakaan maupun dari internet. Setelah literatur didapat, bahan ini selanjutnya dikerjakan dan dibahas dalam format makalah umumnya.

PEMBAHASAN

Selama Perang Napoleon tahun 1810-an, Tentara Kekaisaran Austria menangkap beberapa kuda jantan muda dari sebuah peternakan di Rosiéres Perancis, termasuk Anglo Norman dan menempatkannya di Mezöhegyes pada tahun 1816. Kuda Senior Nonius ditahan di sana selama 17 tahun sejak 1816. Selama itu, Senior Nonius dikawinkan dengan 368 kuda dan mengakibatkan kelahiran 79 kuda jantan dan 122 anak kuda. Seperti bangsa Furioso, tubuh Nonius yang lebih berat berkembang di pacek/stud Mezöhegyes, yang didirikan oleh Kaisar Josep II. Pada tahun 1814 Nonius dikatakan sebagai kuda jantan peranakan Inggris di luar dari induk bangsa Norman dan hampir pasti berdarah Norfolk Roadster. Berdasarkan catatan laporan, kuda Nonius bukanlah seekor kuda yang menawan hati dan tidak akan memenangkan penghargaan yang sesuai. Tetapi selama enam belas tahun di pacek, Nonius dapat menjadi kuda dewasa yang hebat sekali. Jika disilangkan dengan betina dari jenis yang bervariasi, termasuk Arab, Lipizzaner, Spanish, dan Turki, sama baiknya seperti kuda Hongaria, Nonius adalah kuda dengan produksi kualitas yang baik., yang terbaik diantara kuda yang jika disilangkan dengan kebalikannya. Lewat cara seperti inilah muncul tipe khusus yang sekarang dikenal dengan nama bangsa Nonius.
Selama tahun 1860-an, introduksi darah Throughbred mulai marak. Kebijakan yang menuju peningkatan dua jenis tipe Nonius diberlakukan: pertama, kuda besar yang dirancang untuk kerja pertanian dan kuda penarik kereta. Kedua, yang kecil, kuda yang cocok untuk dikendarai. Akhir-akhir ini, kurangnya kebutuhan akan kuda peternakan, membuat tipe besar Nonius telah digunakan terutama untuk dikendarai. Keahlian untuk menunggang kuda telah lama unggul di Hongaria. Kedua tipe Nonius mengikuti perkembangan zaman dengan perlahan dan perangai yang sesuai kehendak pemiliknya.

ASAL-USUL
Keturunannya sebagian besar berasal dari Inggris atau keturunan asli Inggris, salah satu kuda pekerja berdarah panas yang paling umum. Berdarah panas tidak selalu berarti berhubungan dengan temperatur tubuh, tapi lebih kepada asal/jenis. Ada dua jenis utama yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Kuda yang lebih besar biasanya Mezőhegyesi hitam dan yang lebih kecil dan lebih ramping terutama Hortobágyi chestnut. Peternakan kuda telah menjadi aspek penting dari budaya Hongaria sejak adanya pemukiman peternakan, terutama karena letak geografisnya dan dataran terbuka. Penaklukan Ottoman dimulai tahun 1526, yang melihat masuknya kuda dari timur, jenis kuda padang gurun tradisional yang digambarkan sebagai “oriental.” Kuda Turki dan Arab yang elegan dan reaktif, dan memberi kesan pada kuda Hungaria. Bahkan setelah pendudukan Ottoman Hungaria berakhir pada tahun 1699, catatan antara kuda Hungaria dan kuda Arab tetap ada. Selama tahun 1700-an, pengadilan dan aristokrasi Hongaria mulai mengikuti selera negara tetangga di Barat terhadap tipe Iberia. Spanyol dan negara Neapolis berlomba mengimpor Lipizzaner dan Kladruber yang baru. Kuda keturunan Austria ini dikenal sebagai fitur nenek moyang Spanyol-Neapolis, yang berciri: padat, set leher tinggi, elegan walaupun terkesan berkepala berat, punggung yang pendek, dan lincah. Permintaan yang sangat tinggi untuk para pejabat istana dan aristokrat melampaui produksi oleh peternak swasta, sehingga pada masa pemerintahan Joseph II diinstruksikan pembangunan sejumlah kawasan pembibitan atau stud peternakan kuda.

Nonius Senior
Anak hasil persilangan dengan jantan Nonius memiliki utang nama. Walaupun keturunannya juga jantan, nama induk jantan harus disebut “Nonius Senior”. Nonius lahir pada tahun 1810 di Calvados, Normandia. Jika induk jantannya adalah Thoroughbred Sire Orion disilangkan dengan kuda betina Norman, semua mengatakan Nonius 3/8 bagian merupakan Thoroughbred, seekor kuda Anglo-Norman, yang ditangkap dari Stud Prancis di Rosiers aux Salines pada saat perang Napoleon dan dibawa ke Mezohegyes pada tahun 1816.
Seekor anak kuda dapat dianggap jelek. Jika telah dewasa, kuda jantan dapat mencapai 16.3 tangan tingginya atau setara dengan 163 cm. Apakah kuda Nonius memiliki semua sifat-sifat konformasi – dengan sebuah daftar yang mencakup sebagian besar kegagalan, sulit untuk diketahui. Kualitas keturunannya menunjukkan bahwa ia paling tidak memiliki kepala yang sangat sederhana. Tanpa keindahan khusus jika dilihat, Nonius pada awalnya tidak disilangkan dengan banyak kuda di Mezohegyes.
Pangeran Lobkowitz, yang menjadi pimpinan Mezohegyes pada tahun 1854, menekankan pentingnya memperbaiki jenis dengan membuat karakteristik hewan menjadi homogen secara genetik. Tujuan ini dapat tercapai dengan linebreeding, walaupun dalam satu musim Nonius Senior tercatat tidak berhasil membuahi. Namun dengan lebih banyak eksperimen, Nonius yang berkembang biak lebih banyak muncul sebagai jenis militer tapi elegan untuk dikendarai dan sebagai kuda pengangkut. Pada tahun 1865, kuda jantan Arabian dan Thoroughbred diintroduksi dengan keturunan betina Nonius Senior. dengan harapan mengoreksi kurangnya keseimbangan dan elegan di antara kuda-kuda Nonius.

Kawasan Stud Royal Mezohegyes
Kawasan Stud Royal Hungaria dan Imperial Court, Mezohegyes, didirikan pada tahun 1784 untuk membantu memenuhi permintaan akan kebutuhan kuda. Pada waktu itu Hongaria telah merumahkan 1,5 juta kuda, dengan keperluan kavaleri antara 10.000 dan 15.000 kuda gunung yang baru per tahun. Berbeda dengan kuda untuk pejabat istana dan bangsawan, yang menginginkan kuda yang tangkas, responsif, mengesankan jika ditunggangi untuk upaya militer, lincah mendaki dan untuk berburu dari atas kuda, serta elegan jika dipakai sebagai kereta kuda. Permintaan ini dipimpin oleh Mezohegyes untuk mengembangkan beberapa bibit dan strain yang berbeda: Arab yang dipengaruhi Gidrán, blasteran Furioso-Bintang Utara, dan yang lebih berat lagi Nonius.

PERSEBARAN
Peternakan tua, terkenal, dan besar, yaitu Mezőhegyes dan Hortobágy menjaga kuda untuk berkembang biak tetap di tempatnya. Kedua kawasan pertanian ini menyediakan pakan untuk sebagian besar generasi baru kuda jantan. Selain di Hungaria, galur murni dapat ditemukan di Romania dan Serbia. Persebaran kuda juga dapat ditemukan pada peternakan Izvini di Rumania dan dalam jumlah kecil di Yugoslavia. Kota besar lain sebagai lokasi perkembangbiakan kuda Nonius adalah Vienna, Budapest, Rome, dan Athens. Sedangkan untuk pusat stud-nya ada di Mezőhegyes.

CIRI-CIRI FISIK
Kuda Nonius memiliki temperamen yang tenang, bertubuh solid, gesit, dengan punggung yang kuat, profil wajah cembung dan kuat. Estetika warna rambut bervariasi, ada yang chesnut (variasi corak warna emas, antara emas pucat sampai mendekati merah), bay (kemerah-merahan sampai cokelat gelap), cokelat, dan hitam, kadang-kadang dengan beberapa tanda-tanda putih pada kedua sisi kepala.
Tinggi badan jika diukur dengan tongkat sekitar 155-165 cm. Tinggi jika diukur dari kaki sampai kepala menggunakan pita ukur, sekitar 167-180 cm, lingkar dada 180-210 cm, yang member kesan dalam. Lingkar kaki 22-24 cm, kaki sangat kuat dengan perssendian yang besar dan dirancang khusus/ideal untuk bekerja.

ASOSIASI
Nasional:
– Nóniusz Lótenyésztő Országos Egyesület, Hongaria.
– Hungarian Equestrian Federation (Fédération Hongroise d’Equitation), Holda Utea 1, Budapest V.
Internasional:
– The International Equestrian Federation, FEI (Fédération Equestre Internationale) Avenue Hamoir 38, 1180 brussels, Belgium.

FUNGSI
Awalnya dikembangbiakkan untuk dipakai sebagai draft cahaya dan kuda untuk kelengkapan militer Hongaria. Namun sekarang telah berkembang biak menjadi kuda pertanian yang berguna samapi abad ke-20. Sekarang perkembangbiakan diatur oleh preservationists dan digunakan dalam pertanian, untuk memanfaatkan waktu luang dengan berkuda, dan kompetisi olahraga mengendarai kuda. The Combined Driving World Championships diadakan setiap 2 tahun, dan acara yang paling kompetitif fitur tim dari empat kuda. Popularitas olahraga mengemudi di Hungaria meningkat tajam selama tahun 1970-an dan 1980-an. Dari 6 juara ternama antara tahun 1974 dan 1984, semua kecuali satu orang Hungaria. Nonius lebih lambat dan kurang cocok untuk olahraga berkuda lainnya seperti Dressage (kuda latih) dan lompatannya adalah kuda-kuda ringan.
Kuda Nonius memiliki temperamen yang tenang, bertubuh solid, gesit, dan penopang kuk yang kuat. Saat ini Nonius digunakan terutama untuk pekerjaan pertanian, tetapi beberapa orang berkarir lebih baik/sukses di panggung internasional dengan kereta olahraga. Jika dipelihara untuk hobi, Nonius dapat dijadikan kuda keluarga yang multifungsi, karena hal ini sama-sama dimanfaatkan di rumah atau di bawah sadel. Selain itu, kuda Nonius juga digunakan dalam cavalries. Kuda Nonius memiliki stamina yang kuat, namun mudah untuk ditangani. Karena bawaannya yang kuat namun santai, Nonius, meskipun jarang, masih digunakan dalam rancangan untuk pertanian dan transportasi. Jika benar-benar terlatih, mereka akan merasa nyaman dalam memanfaatkan pelana dan di bawah sadel atau kuk.

PERKEMBANGAN TERBARU
Peran dan popularitas jenis Nonius dipengaruhi oleh masa-masa pergolakan sosial dan politik. Tahun 1900, kualitas utilitarian dan tampilan sederhana Nonius keturunan kuda memenangkan gelar “Kuda Ideal” di Paris Exposition Universelle. Kemajuan teknologi militer dari Perang Dunia II menebabkan Nonius menjadi pengungsi dan kemudian diarahkan kepada pertanian sebagai gantinya. Kerusakan properti, persediaan, dan ternak dari Mezohegyes menderita selama Perang Dunia Kedua itu terus dibangun sejak tahun 1960. Masyarakat komunis Hungaria tidak mendukung untuk menunggang kuda dan antara tahun 1947 dan 1961 kuda-kuda Hungaria itu lebih banyak mati karena pembantaian daripada korban perang.
Upaya untuk menghasilkan kuda Nonius berorientasi olahraga dari jumlah yang ada sebagian besar tidak berhasil, meskipun selama tahun 1970-an menunggang kuda muncul sebagai olahraga populer di mana Nonius bisa unggul. Pada tahun 1989 Nonius Horse Breeders Asosiasi Nasional dibentuk untuk melindungi ras kuda Nonius. Sekarng diperkirakan populasi kuda Nonius sekitar 450 kuda betina dan 80 kuda jantan. Populasi terbesar ditemukan di Mezohegyes, dengan populasi lainnya di Rumania, Yugoslavia, Bulgaria, dan Serbia-Montenegro.
Saat ini pula, berkembang biak dengan memiliki dua jenis. Yang lebih berat dan yang lebih kecil. Kuda yang lebih ringan cocok untuk bekerja menggunakan pelana. Kuda Nonius sedang disilangkan dengan Thoroughbreds untuk mendapatkan kuda dengan sifat yang lebih tenang namun energik, kuat dan cepat namun bertempramen sabar.

CONTOH

1.Kuda Nonius hitam di Mezohegyes, Nonius Stud
Sumber: wikipedia.org/wiki/Nonius(horse)
2.Kuda Nonius dengan corak putih pada bagian wajahnya.
Sumber: http://www.pugmania.homestead.comfilesnonius.
3.Kuda Nonius cokelat-kemerahan (redbrown) betina
Sumber: http://www.riding-adventures-transylvania.compictures
4. Kuda Nonius hitam kebiri
Nama : Haus
Bangsa : Nonius
Tinggi : 163 cm
Lahir : 2004
Status : Kebiri
Sumber: http://www.archimedia.hushow_pic.

5.Kuda Nonius hitam
Sumber: http://www.balkanhorses.com

KESIMPULAN

Nonius adalah bangsa kuda berdarah panas yang berasal dari Hongaria. Keturunannya sebagian besar berasal dari Inggris. Perkembangbiakan diatur oleh preservationists dan digunakan dalam pertanian, untuk berkuda, dan kompetisi olahraga mengendarai kuda. Memiliki temperamen yang tenang, bertubuh solid, gesit, dengan punggung yang kuat, profil wajah cembung dan kuat. Estetika warna rambut ada chesnut, bay, cokelat, dan hitam, kadang-kadang cercorak putih pada kedua sisi kepala. Tinggi sekitar 167-180 cm.

DAFTAR PUSTAKA

Edwards, Elwyn Hartley. 1994. The Encyclopedia of the Horse. Dorling Kindersley Ltd., London.
Macgregor, P., Morris, Jane Starkey, and Lucinda Prior. 1980. The Complete Book of the Horse. The Hamlyn Publishing Group Ltd., England.
Roberts, P. and Richard Rosenfeld. 1994. The Complete Horse. Prion, an Imprint of Multimedia Books Ltd., London.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s