Healthiest Foods on Earth

Uncategorized

3. Nuts
Some of the largest and most important long-term studies of diet and health have shown that eating nuts several times a week is consistent with a risk of heart attack and heart disease that is 30%-50% lower than the general population. Just one ounce of nuts-almonds, macadamia, Brazil , walnuts, pecans-eaten three to five times a week seems to be the magic number.


1. Berries
Beans are extremely high in fiber, which helps to control weight, prevent or manage diabetes and blood sugar, and may help prevent colon cancer and protect against heart disease. The National Institute of Medicine recommends 25-38 grams of fiber a day. The average American gets only 4-11 grams. One cup of beans provides 11-17 grams.

2. Beans
All berries are low in sugar and high in fiber. Blueberries have been shown to increase memory in lab studies, and raspberries and strawberries are loaded with ellagic acid, a powerful antioxidant that seems to have some anti-cancer properties, according to the American Cancer Society.

4. Wild Salmon
Fish is the ultimate anti-aging food. Cold-water fatty fish like wild salmon, sardines, mackerel and herring contain omega-3 fats that protect the brain and the heart, improve mood, and lower blood pressure and triglycerides.

5. Raw Milk
Raw, organic milk nearly always comes from grass-fed cows and contains high levels of cancer-fighting CLA (conjugated linolenic acid) as well as a rich assortment of vitamins, minerals and beneficial bacteria (like Lactobacillus acidophilus)

6. Grass-Fed
Meat Meat from grass-fed cows has a much different fat profile than ordinary supermarket meat: high in omega-3s, lower in potentially harmful omega-6s and loaded with CLA, a kind of fat known for its anti-cancer activity. A superb source of protein and vitamin B12, it’s also missing the antibiotics, steroids and hormones found in the meat that comes from feedlot farms.

7. Eggs
Considered by many to be nature’s most perfect food, the egg is high in protein and relatively low in calories. The yolk contains choline, one of the most important nutrients for the brain, as well as lutein and xeazanthin, two critical nutrients for eye health. Brassica Vegetables Cabbage, Brussels sprouts, broccoli and kale all contain plant compounds called indoles that help reduce the risk of cancer. In addition to a stunning range of vitamins and minerals, they also contain sulforaphane, an important plant chemical that helps the body detoxify health-damaging chemicals.

8. Apples
Not only do they keep the doctor away, they also appear to do the same for lung cancer, diabetes and asthma. An apple contains five grams of fiber and a rich blend of nutrients including the bone-building vitamin K and the anti-inflammatory nutrient quercetin. And there’s no better way to control your appetite than an apple eaten about half an hour before a big meal.

9. Onions and Garlic
In an impressive number of published studies, the consumption of onions and garlic has demonstrated protective effects against stomach, prostate and esophageal cancer. Along with broccoli, tea and apples, onions and garlic are among a select group of foods found to reduce mortality from heart disease by 20%.

10. Pomegranate Juice
Called “a natural Viagra” by researchers at Tel Aviv University , pomegranate juice is loaded with antioxidants. Studies show it can reduce blood pressure and plaque in the arteries. New research indicates it also slows the progression of tumors.. Four to eight ounces a day is highly recommended.

11. Green Tea
Though all teas are great for you, green tea has a unique profile of plant chemicals that have anti-cancer activity. It’s now fairly established that green tea may help prevent the following types of cancers in humans: bladder, colon, esophagus, pancreas, rectum and stomach. If that’s not enough, it also appears to help with weight control.

Advertisements
Sekedar Informasi Saja
Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan pulau Kalimantan, antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961. Keinginan itu ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap Malaysia sebagai “boneka” Britania.

Latar belakang

Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Britania Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Malaysia.

Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.

Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris.

Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.

Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[1] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia.

Perang

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya:

* Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia
* Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia

Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-“ganyang Malaysia”. Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.

Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.

Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Mei dibentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengkoordinir kegiatan perang terhadap Malaysia (Operasi Dwikora). Komando ini kemudian berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga). Kolaga dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dani sebagai Pangkolaga. Kolaga sendiri terdiri dari tiga Komando, yaitu Komando Tempur Satu (Kopurtu) berkedudukan di Sumatera yang terdiri dari 12 Batalyon TNI-AD, termasuk tiga Batalyon Para dan satu batalyon KKO. Komando ini sasaran operasinya Semenanjung Malaya dan dipimpin oleh Brigjen Kemal Idris sebaga Pangkopur-I. Komando Tempur Dua (Kopurda) berkedudukan di Bengkayang, Kalimantan Barat dan terdiri dari 13 Batalyon yang berasal dari unsur KKO, AURI, dan RPKAD. Komando ini dipimpin Brigjen Soepardjo sebagai Pangkopur-II. Komando ketiga adalah Komando Armada Siaga yang terdiri dari unsur TNI-AL dan juga KKO. Komando ini dilengkapi dengan Brigade Pendarat dan beroperasi di perbatasan Riau dan Kalimantan Timur.

Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan khusus Indonesia (Kopassus) tewas dan 200 pasukan khusus Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).

Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan ditangkap oleh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan bakinya ditangkap oleh Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.

Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.

Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.

Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Sampurna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Pasukan Indonesia mundur dan tidak penah menginjakkan kaki lagi di bumi Malaysia. Peristiwa ini dikenal dengan “Pengepungan 68 Hari” oleh warga Malaysia.

Akhir konfrontasi

Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

Konfrontasi ini merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.

sumber: ini (http://id.wikipedia.org/wiki/Konfrontasi_Indonesia-Malaysia)
versi inggrisnya yang lebih lengkap: itu (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia%E2%80%93Malaysia_confrontation)

terinspirasi dari forum laen

Sensasi Rumah Terbalik

Sekedar Informasi Saja

VIVAnews – Sebuah rumah unik baru saja dibangun di Jerman. Rumah ini unik karena dibangun terbalik berikut isi lengkapnya.

Rumah ini dibangun di dalam sebuah kebun binatang di Getorff, Jerman. Sesuai konsepnya, dapur, kamar mandi, kamar keluarga dan kamar tidur rumah ini terbalik.

Rumah setinggi tujuh meter ini dibangun tukang Gerhard Mordhorst dan koleganya, Gesellse Splettstober dan Manfred Kolax. Seperti dilansir news.com.au, mereka menggambarkan proyek mereka ini yang tergila pernah dibuat.

Bagian tersulit pembuatan rumah ini adalah kamar mandi, karena ada shower yang harus dibuat terbalik. Agar barang-barang itu tidak berjatuhan karena gravitasi, mereka memaku furnitur.

Mereka harus memikirkan semua detail, sampai-sampai mereka harus menggunakan jarum untuk membuat sprei tempat tidur berada di tempatnya. Rumah ini dijamin benar-benar akan menantang perspektif Anda.

Anda yang berkesempatan datang ke kota di Jerman ini, akan bisa menikmati rumah terbalik yang muncul dari ide investor Hamburg, Dirk Oster, ini pada akhir Maret 2010. Penasaran?