Ayah di Jepang Tewas Membeku Melindungi Putrinya

Ayah, Daddy, Daughter, Father, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Inspirational Story, Jepang, Love
Seorang ayah membeku hingga meninggal karena melindungi putrinya yang berusia sembilan tahun dari badai salju parah yang melanda Jepang Utara.
Mikio Okada meninggal saat dia berusaha melindungi anak tunggalnya Natsune dari tiupan angin berkekuatan 109 kilometer per jam, di suhu -6°C.
Okada merupakan salah satu dari sedikitnya sembilan orang yang tewas dalam serangkaian insiden terkait salju saat badai menyapu pulau Hokkaido, kata polisi pada Senin.
Korban terakhir yang dikonfirmasi kematiannya adalah Kuniko Jingi (76), yang ditemukan berbaring di jalanan pada Minggu malam. Seperti kebanyakan korban lain, dia tampaknya tewas setelah meninggalkan mobilnya yang terdampar, kata seorang petugas kepolisian.
Jasad Okada ditemukan oleh tim penyelamat yang mencari keduanya setelah sejumlah kerabat mengabarkan pihak berwajib. Natsune mengenakan jaket ayahnya dan berada dalam pelukannya, kata sejumlah surat kabar dan lembaga penyiaran.
Keduanya terakhir terdengar kabarnya pada pukul 16.00 (waktu setempat) pada Sabtu, setelah Okada, yang berprofesi sebagai nelayan, menjemput anaknya dari sebuah sekolah tempat putrinya menunggu dia selesai bekerja.
Okada menelpon keluarganya untuk mengatakan kalau truknya terdampar di tengah salju, yang menumpuk beberapa meter di berbagai lokasi. Okada mengatakan dia dan Natsune akan berjalan beberapa kilometer, seperti yang dilaporkan Yomiuri Shimbun.
Keduanya ditemukan 300 meter dari truk mereka pada pukul 07.00 pada Minggu,
Okada melindungi putrinya, memeluknya dan tampaknya menggunakan tubuhnya dan tembok sebuah gudang untuk memberikan perlindungan, ujar Yomiuri. Dia menanggalkan jaketnya dan memberikannya kepada putrinya, ujar sebuah laporan televisi.
Tim penyelamat mengatakan putrinya menangis saat ditemukan di pelukan ayahnya, ujar koran tersebut. Gadis kecil itu dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan tidak mengalami cedera serius. Sementara itu, sang ayah dinyatakan secara resmi meninggal oleh dokter di RS yang sama, di dekat rumah mereka di Yubetsu di Hokkaido.
Menurut laporan Yomiuri, ibunda Natsume meninggal dua tahun lalu karena penyakit yang tidak diketahui.
Koran itu mengutip tetangga Okada yang memujinya sebagai ayah penyayang yang sering menunda pergi kerja untuk menikmati sarapan bersama putrinya.
Kematiannya terjadi saat seluruh Jepang merayakan Hari Anak Perempuan, atau Hinamatsuri, festival saat keluarga berkumpul dan menghiasi rumah dengan boneka.
“Dia sudah memesan kue untuk putri tunggalnya dan tidak sabar untuk merayakan Festival Boneka bersama,” ujar seorang tetangga kepada Yomiuri.
(So saddd…. T_______T)
I love u Dad,, U will always be my first love (-_-)

WaWdWs…What a Wonderful day Within story

http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Mati Lampu, Minggu, Nyetrika, Sharing
Bener2 gag bisa tidur…
Nge-blog ahhh….

Hari ini sukacita bgt plus byk hal2 yg tidak terduga terjadi….

Selamat subuh buat semua pembaca…
Barusan saya habis ngutak-atik blog orang dan ketawa-ketiwi sendiri baca cerita si kawan 😀
Dalam hati bergumam “Wah,, harus lebih rajin dan giat lagi nehh nulisnya” 😀
Fyi, kayaknya ini sesaat aja dweehh….

Tepat jam 10.00 p.m (gaya beud format time-nya) aku nyetrika pakaian…
Coz, seragam buat besok blum disetrika, mana lagi bayang-bayang gelap gulita (baca: mati lampu) menghampiri..
Alhasil,, 25 potong pakaian terlipat dengan rapi/sopan dan licin, tentunya juga harum 🙂 (bagai iklan Tri*a) 😀
Nb: rajin bgt aku ngitungnya…. 😀

So, let’s see what the wonderful story-nya… #ceritanya kita flashback
Hari ini aku ngalamin sakit yang luar biasa…kata kawan sih, kalau ini benar2 luar binasa.. Wow…shocked gw…
Sakitnya sepele bgt, tapi dia sedikitpun gag mw kompromi…
Aku bantai tidur, sedikitpun tak bergeming, sampai-sampai aku bangun kesorean…

daaannnn…..aku ngantuk teman-teman….
Zzzzz………… Byeeee….. =))