Guardian Angel

Uncategorized
9:24 p.m.

Hidup hanya demikian saja berlalu
Menandai kehadirannya di dunia, manusia menangis
Di tengah-tengah perjalanan kehidupannya, manusia bisa tertawa dan bersedih
Di akhir usianya, manusia tiada berbuat apa-apa, hanya orang di sekelilingnya yang terjaga
Pikiran terkadang membawa aku ke sebuah dunia yang lain
Dunia di mana aku menjadi orang terakhir di kehidupan banyak orang

Saat aku menangis, orang di sekelilingku kebanyakan tersenyum melihatku,
hanya sedikit yang menitikkan air mata bahagianya
Saat aku tertawa, mereka ikut tertawa.
Saat aku bersedih, mereka pun bersedih, tapi tidak sedikit juga yang bertindak sebaliknya
Saat aku diam tak berdaya, tanpa ada mengisyaratkan apapun,
disadari atau tidak, banyak orang terdiam dan menangis melepas kepergianku

Ada jutaan menit yang dihabiskan dalam hidup
Beberapa ratus jam diantaranya mungkin dilalui dengan harapan yang tinggi
Di saat seperti itulah, kita tidak pernah sendiri, bahkan ingin diperhatikan lebih lagi
Keinginan itu seperti sebuah keajaiban. Seketika orang-orang peduli akan kita
Hebatnya, kondisi itu memacu untuk mengingat semua masa lalu dan kenangan-kenangan yang indah

Semua rasa yang pernah ada akan hilang perlahan.
Tak dipungkiri, semua rasa yang belum pernah ada bisa timbul, walau hanya sementara.
Menjadi dia, yang tetap menjaga rasa itu tetap ada tidaklah mudah.

Advertisements

Tak Satupun Milikku

Give Thanks, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Sharing
10.12 p.m.

Aku suka bercerita, tapi hanya bercerita padaMu
Aku tak sama sepertiMu, Engkau suka bercerita dengan siapa pun
Ya, aku berbeda dari mereka yang mengenalku, bahkan terlebih lagi dengan mereka yang tak mengenalku

Mungkin hari-hari ini adalah saatnya berpisah
Berpisah untuk waktu yang tidak ditentukan, hingga bila aku punya kesempatan, dan kalau Engkau mengizinkan, kami akan berpelukan
Ada satu perkataan ilham yang kusukai…
Engkau dekat dengan orang yang patah hati

Awalnya aku tak mengerti, namun kini aku belajar memahami.
Patah hati tidak hanya sekedar kehilangan apa yang diharapkan, namun patah hati adalah sebuah pelajaran.

Hari ini aku belajar mengenai “kepemilikan”.
Orang yang terkasih, lingkungan dan barang, sekalipun semuanya kuperoleh dalam masa hidupku yang sia-sia, semuanya adalah kepunyaanMu
Aku boleh memilikinya, aku bisa mencintainya, tapi aku tidak boleh menggenggamnya dan aku tidak boleh untuk tidak melepaskannya.
Aku disadarkan kembali bahwa segala yang kumiliki suatu saat akan pergi

Kini aku memahami, saat ini aku memiliki perkara di dalam hati, dan suatu saat perkara itu harus pergi.
Cukup lama aku bergumul dengan perkara ini, sekiranya saja aku tak pernah mengalaminya, mungkin aku tak akan pernah tahu bagaimana mempertaruhkannya.
Aku bersyukur sempat bersamanya dan bisa mengasihi dia
Dan kini aku harus menentukan keputusanku, bahwa memilikiMu itu cukup bagiku.

Rasa-rasanya terdengar sangat bodoh karena aku diberi kepercayaan dan aku seolah-olah tak ada tindakan.

Tuhan, kalau saja aku mengerti dari dulu, bahwa jika karena patah hati ini aku bisa dekat denganMu, kenapa tidak?!


Aku hanyalah debu yang dimiliki oleh Yang Bukan Debu, Yang Maha Kuasa.