Sungguh tanpa dasar

Cinta, Give Thanks, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post
05.30 p.m.

Seringkali aku jatuh ke dalam pencobaan
Aku sangat malu kepadaMu
Apalagi saat aku ingat betapa hal itu melukai hatiMu
Aku merasa tak ada teman untuk bercerita
Aku terlalu sungkan untuk berbagi
Semua hanya karena ego yang tinggi
Tiba-tiba sesuatu melintas di pikiranku
Sesuatu yang tiada kusangka
“Dia, yang mencintaiku dengan hati penuh…
Dia mencintaiku tanpa dasar.”
Tak ada satupun alas an bagiku untuk dicintai, namun
Dia sungguh berani melakukannya terhadapku,
Dia bahkan mutlak menginginiku.
Dia hanya menaruh aku seorang dalam hatinya.
Dia ingin aku menjadi yang utama baginya.
Saat petang datang, malam membayang dan pagi menjelang,
Hanya aku, aku, dan aku yang ada di benaknya.
Aku tak menyadari hal itu sampai akhirnya aku merasa malu
Malu bahwa tak ada dasar bagiku
Dasar yang menjadi alasan untuk dicintai
Semua hanya karena kasihnya
Kasihnya yang agung dan mulia
Kasih itu adalah Dia
Dia kekasihku, Dia ingin menjadi bagian yang utuh dan penuh dalam hidupku.
Ampuni aku yang sering melupakanMu.
Aku hanya tak memiliki dasar.
Terima kasih telah mencintaiku.
Mencintaiku tanpa berdasarkan apa adanya aku.
Engkau jualah dasarku mencintaiMu
UntukMu yang dengan hati penuh mencintaiku tanpa dasar.
September 27th, 2014

Temukan aku kembali

Uncategorized
7.32 p.m.
Temukan ‘ku kembali
Sebab aku mencintai hidup
Dahulu aku mencintainya karena kita bersama
Sekarang aku nyaris kehilangannya.
Engkau yang menjadi hidupku, ke manakah perginya?
Aku tak tahu bahwa aku kehilangan jejak
Berada di persimpangan, tak tentu arah
Dingin menusuk tulang, tiada cahaya, gelap mencekam

September 25th, 2014

Doa Si Debu

Uncategorized
02.34 a.m.
Saat seorang pendosa berdoa kepada Pribadi Kudus

Ke manakah aku akan pergi menjauhiMu??
Ke manakah aku akan lari menghindar dariMu??
Sesungguhnya aku kembali datang dan menjadikanMu pengungsianku….

Hanya sesaat saja aku bisa merasakan arti cita dalam kesukaan
Namun Engkau telah membuatku merasakan cita dalam kedukaan

Berikanlah kekuatan kepada kami yang lemah dan menaruh pengharapan kepada Tuhan
Kamipun ingin merasakan arti keluarga yang seutuhnya

Terkadang ya Tuhan, aku menyesali kelahiranku
Aku menyesal bisa melihat matahari
Bahkan aku menyesal atas kehadiranku yang tak bisa berbuat apa-apa

Masih layakkah aku berdiri di hadapanMu?
Ampuni aku jika bertanya demikian rupa.
Masih adakah waktu bagiku untuk berdiam diri di kakiMu?
Maafkanlah aku….

Ya, inilah yang kuingini.
Englau lebih mengenal diriku, lebih dari aku mengenalnya.
Lelah…
Lelah yang kurasakan…

Apa yang kuharapkan, ternyata itu yang kuingini.
Tidak begitu penting sebenarnya bagiku
Karena Engkau tahu apa yang kuperlu

Sesungguhnya Engkau telah hadir dalam hidupku
Terlalu banyak misteri yang Engkau beri dan aku tak pernah mengerti
Aku pun terlalu berharap bisa memahami rencanaMu dalam hati

Kini, di tengah gelapnya hari ini
Aku bersimpuh di duli hariratMu
Berharap rupa hinaku tak mengotori kesucianMu
Namun aku bisa melihat kemulianMu terpancar utuh bagiku.

Terangkanlah hatiku yang redup (ya Bapa)
Usaplah linangan yang tidak usai mengahmpiriku
Sudahilah pengembaraanku yang tak mendapati tempat di dunia ini
Terimalah aku di sisiMu

Aku memohon satu pinta kepada Engkau
Terima kasih ya Abba
Debu ini undur diri di hadapanMu

Hanya Engkau yang kuharap akan mengerti perkara ini

Dengan sangat rindu dan senantiasa melabuhkan jangkar harapku padaMu
Aku telah menjadi tanah di tangan Penjunanku

(every sickness has its healing)
(every doubt has its ends)
(every weakness has its strength)


*and every people has their home where they’re belong

September 16th, 2014