The Heirs

Boneka Pertama, Cinta, Give Thanks, Heirs, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Ibu, Kasih, Kesempatan, Love, Mama, Roma, Sharing
Awalnya “Heirs” hanya untuk membuang kepenatan di sela-sela pekerjaan. Tak lama melihatnya, aku memutuskan untuk mengikutinya. Aku mengawalinya di cerita ke-15, tapi setelah mendapatkan serinya dengan lengkap, aku mundur ke awal sekali.
“Roma” mematrikan sebuah tulisan yang tak bisa kulupakan bahwa apapun tak akan bisa memisahkan aku dari sebuah kasih seorang Pribadi. Hari ini tepat hari berkumpul setiap minggunya. Dalam tuntunan dan “bincang2” yang disampaikan, aku mendengar bahwa semuanya yang terjadi adalah BIASA!! Tak ada yang luar biasa…
Aku mengiyakan hal itu. Saat mataku masih tertutup aku mendengar sesuatu berbisik dalam hatiku, menuntunku ke “Roma” yang tak kulupakan itu-semuanya terlalu biasa hingga itu semua tak mampu membuat aku dan Dia terpisah… Hanya Kasih saja yang luar biasa, sehingga hanya itu yang dapat membuat kami tak terpisahkan.
Kembali ke awal cerita…
Masih dalam cerita panjang dengan mata tertutup, aku teringat sosok ibu, mama(k), bunda, uni, mother… Di “Heirs” aku menemukan pernyataan yang (mungkin) tak akan salah bahwa sosok yang kusebutkan di atas adalah kata yang paling indah di dunia dalam bahasa internasional yang pertama kali kukenal.
Aku lupa kapan terakhir kali menyebutkan kata itu, namun aku juga tak pernah lupa kapan terkahir kali menyebutkannya.
Mungkin aku terdengar begitu galau aneh. Melakukan dua hal yang bertolak belakang bersamaan.
Aku mengatakan lupa kapan terakhir kali menyebutkannya karena tidak setiap hari aku menyebut namanya, bahkan dalam doa, aku lupa kapan…
Aku mengatakan tak pernah lupa kapan karena saat aku memanggil nama itu, aku mengalami ujian yang sangat berat bagi seorang anak berusia dua tahun yang sedang sakit dan hanya ingin berterima kasih atas apa yang telah dilakukannya padaku. Aku mendapat boneka “monkey”, boneka pertama dalam hidupku, kuperoleh saat aku sakit. Aku masih bisa mengingat saat itu aku mendapatkan pukulan yang tak mampu ditampung oleh hatiku yang berukuran tak seberapa.
Sejak saat itu aku takut menyebutkan kata itu lagi. Aku hanya ingin berterima kasih pada orang yang tak seharusnya menyayangiku namun yang telah melakukan yang seharusnya seorang ibu lakukan..memberikan curahan kasih sayang. Karena rasa terima kasihku itu aku harus mendapatkan pukulan dari orang yang seharusnya mendapat kasih sayang itu. Aku tahu bahwa dia sudah mendapatkan segalanya, tapi dia tidak mengerti bahwa aku hanya mendapatkan hal seperti ini hanya sekali.
Apa yang pernah kudapatkan “sekali” itu lah yang membawaku pulang kembali untuk melakukan hal yang sama berkali-kali… Dia pantas mendapatkannya. Hatiku begitu tak tahan untuk melihatnya berbaring terlalu lama. Aku bahkan tak pulang ke rumahku sendiri hanya untuk menemaninya di rumah sakit daam waktu dua hari yang kupunyai, seutuhnya… Aku selalu datang dengan berat hati, namun aku pulang dengan sukacita yang tak terkatakan, namun hal itu berarti kesedihan yang dalam buatnya. Setiap kali kami memiliki kesempatan bercerita melalui ponsel, tak pernah dia tidak terbata-bata dalam berbahasa…
Terima kasih bagiMu yang memberikan sesuatu yang “LUAR BIASA” bagiku…
Terima kasih padaMu yang memilihku untuk tak akan terpisahkan…
Terima kasih bahwa itu semua nyata adanya…
Love makes life
 May 6th, 2015

Kesempurnaan

http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, KBBI, Sempurna
05.38 p.m.
Menurut KBBI, definisi sempurna adalah:
1 utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela)
2 lengkap; komplet
3 selesai dng sebaik-baiknya; teratur dng sangat baiknya
4 baik sekali; terbaik
Menurut THESAURUS, definisi sempurna adalah
1 afdal, akmal, cukup, genap, jangkap, kafi, kamal, kamil, komplet, lengkap, paripurna, sidi, tamam, utuh, ideal, perfek, prima, transenden, utama
2 beres, selesai, tuntas;
Menurut Kamus Seasite, definisi sempurna adalah tidak cacat; utuh; lengkap; komplit.
Itu jugalah definisi sempurna yang kuketahui dan kuyakini…
Aku menyadari setelah sekian lama hidup di dalam pembelajaran dan kenyataan, selaiknya di sekolah ada teori, maka ada pula praktik, HIDUPku ini sungguhlah suatu kesempurnaan.
Dulu aku menganggap bahwa apa yang kujumpai tidak pernah menyandang gelar sempurna.
 Yang sempurna hanyalah TUHAN. Demikian.
Tidak ada yang salah. Nyata benar bahwa Dia sempurna adanya.
Namun kini, mataku telah terbuka dengan sebuah pengertian yang baru, bahwa setiap yang kujumpai memiliki kesempurnaannya sendiri.
Suatu keluarga dengan tanpa ibu atau ayah atau kakak atau adik, bukanlah suatu kesempurnaan.
Hidup dalam kekurangan pun bukan kesempurnaan.
Tinggal dengan harus “menumpang” di rumah keluarga yang lain tak dapat dikatakan sempurna.
Memiliki nilai indeks prestasi kurang dari 4 juga tidak sempurna.
Banyak hal-hal yang senantiasa kujumpai dan kusematkan dengan kata “tidak sempurna”.
Ada sesuatu yang selama ini menghalangi pandanganku dari sebuah kata sempurna yang dimiliki oleh apa yang aku alami sendiri.
Bukan dengan mata, tapi dengan hati pula seharusnya aku melihat.
Kenapa aku harus iri, kenapa aku harus marah, dan kenapa aku harus tak mengakui bahwa banyak peristiwa dan hal-hal tertentu bukanlah kepunyaanku?!
Aku harusnya berpikir bahwa tidak semua peristiwa dan hal-hal tertentu yang kualami, mereka juga alami. Kenapa mereka harus iri, marah atau tak mengakui?!
Di sanalah letak kesempurnaan itu. Dia begitu sempurna memilihku untuk tidak hidup dengan “kesempurnaan” (yang kukenal dulu). Menetapkanku untuk tidak pernah melihat ibu kandungku hingga aku mungkin usia 30. Menempatkanku di tengah-tengah tempat yang terasa asing bagiku. Membiarkanku mengalami jatuh cinta pada pria yang tak pernah mencintaiku. Melepaskan seluruh dambaanku akan kasih sayang ibu. Menahan hasrat akan cita-cita besarku.
Semuanya digantikan, digantikan dengan sesuatu yang tak dinyana olehku.
Dia begitu sempurna memilihku mengenalMu. Dan sangat paripurna apa yang telah dikerjakan bagiku. Memiliki Dia saja sempurna bagiku. Dengan seluruh cinta, cipta, rasa, karsa aku bisa menjalani hidup bersama siapa saja, memiliki apa saja, melepaskan apapun, meninggalkan sesuatu, dan mengalami semua yang Dia kehendaki bagiku.
Betapa sempurnanya aku di saat aku ketahui bahwa tanpa ibu pun aku mendapat kasih sayang (mungkin) dari 2 paman dan atau 3 bibi sekaligus. Sangat sederhana, namun butuh waktu yang lama bagiku untuk memahami dan menyadari kedalaman pekerjaanNya.
Yang kumaksud disini adalah PEKRJAAN-NYA yang telah dan akan dilakukan bagiku dan bagimu.
Sebenarnya masih banyak hal yang tidak sempurna.
Bapa itu sempurna dan kita diminta HARUS sempurna sepertiNya. Sulit, tapi Dia bilang harus!!!
Jika kita hendak sempurna, Dia menyuruh kita menjual segala milik kita dan MEMBERIkan kepada orang miskin, dengan demikian beroleh harta di sorga. Tak gampang melakukannya dengan sifat kemanusiaan kita yang terbatas ini.
Sebuah kesempurnaan bisa berubah menjadi ketidaksempurnaan jika dan hanya jika aku tidak memiliki KASIH. Bahkan aku tak akan menjadi berguna.
Segala pengetahuan dan nubuat yang ada padaku tidaklah sempurna. Hal inilah yang sedang terjadi, bahwa aku terlambat menyadari tentang “kesempurnaan” itu sendiri. Bahkan nubuat (visi) yang kubuat tidak rampung. Sudah barang tentu rumpang. Tidak sempurna.
Pengenalanku akan Pribadi yang sempurna belumlah sempurna. Aku tidak khawatir akan hal ini karena NANTI aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
Ketaatanku belum sempurna. Sangat jelas aku rasa.
Aku sendiri masih didoakan supaya aku menjadi sempurna.
Diriku belum sempurna. Aku diminta untuk mengusahakannya.
Ketekunanku pun demikian.
Bahkan dikatakan tidak satupun dari pekerjaanku yang didapatiNya sempurna di hadapanNya.
Jika ditelisik lebih dalam, pekerjaanNya lah yang sempurna dan pekerjaanku yang tidak sempurna. Tidak boleh lagi ada bantahan. Titik. Final.
Dengan kesempurnaan jalan-Nya dan kemurnian janji-Nya aku telah memperoleh apa yang dikatakan bahwa “Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap (1 Kor 13:10)”
Amin.
March 19th, 2015 

Sungguh tanpa dasar

Cinta, Give Thanks, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post
05.30 p.m.

Seringkali aku jatuh ke dalam pencobaan
Aku sangat malu kepadaMu
Apalagi saat aku ingat betapa hal itu melukai hatiMu
Aku merasa tak ada teman untuk bercerita
Aku terlalu sungkan untuk berbagi
Semua hanya karena ego yang tinggi
Tiba-tiba sesuatu melintas di pikiranku
Sesuatu yang tiada kusangka
“Dia, yang mencintaiku dengan hati penuh…
Dia mencintaiku tanpa dasar.”
Tak ada satupun alas an bagiku untuk dicintai, namun
Dia sungguh berani melakukannya terhadapku,
Dia bahkan mutlak menginginiku.
Dia hanya menaruh aku seorang dalam hatinya.
Dia ingin aku menjadi yang utama baginya.
Saat petang datang, malam membayang dan pagi menjelang,
Hanya aku, aku, dan aku yang ada di benaknya.
Aku tak menyadari hal itu sampai akhirnya aku merasa malu
Malu bahwa tak ada dasar bagiku
Dasar yang menjadi alasan untuk dicintai
Semua hanya karena kasihnya
Kasihnya yang agung dan mulia
Kasih itu adalah Dia
Dia kekasihku, Dia ingin menjadi bagian yang utuh dan penuh dalam hidupku.
Ampuni aku yang sering melupakanMu.
Aku hanya tak memiliki dasar.
Terima kasih telah mencintaiku.
Mencintaiku tanpa berdasarkan apa adanya aku.
Engkau jualah dasarku mencintaiMu
UntukMu yang dengan hati penuh mencintaiku tanpa dasar.
September 27th, 2014

Tak Satupun Milikku

Give Thanks, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Sharing
10.12 p.m.

Aku suka bercerita, tapi hanya bercerita padaMu
Aku tak sama sepertiMu, Engkau suka bercerita dengan siapa pun
Ya, aku berbeda dari mereka yang mengenalku, bahkan terlebih lagi dengan mereka yang tak mengenalku

Mungkin hari-hari ini adalah saatnya berpisah
Berpisah untuk waktu yang tidak ditentukan, hingga bila aku punya kesempatan, dan kalau Engkau mengizinkan, kami akan berpelukan
Ada satu perkataan ilham yang kusukai…
Engkau dekat dengan orang yang patah hati

Awalnya aku tak mengerti, namun kini aku belajar memahami.
Patah hati tidak hanya sekedar kehilangan apa yang diharapkan, namun patah hati adalah sebuah pelajaran.

Hari ini aku belajar mengenai “kepemilikan”.
Orang yang terkasih, lingkungan dan barang, sekalipun semuanya kuperoleh dalam masa hidupku yang sia-sia, semuanya adalah kepunyaanMu
Aku boleh memilikinya, aku bisa mencintainya, tapi aku tidak boleh menggenggamnya dan aku tidak boleh untuk tidak melepaskannya.
Aku disadarkan kembali bahwa segala yang kumiliki suatu saat akan pergi

Kini aku memahami, saat ini aku memiliki perkara di dalam hati, dan suatu saat perkara itu harus pergi.
Cukup lama aku bergumul dengan perkara ini, sekiranya saja aku tak pernah mengalaminya, mungkin aku tak akan pernah tahu bagaimana mempertaruhkannya.
Aku bersyukur sempat bersamanya dan bisa mengasihi dia
Dan kini aku harus menentukan keputusanku, bahwa memilikiMu itu cukup bagiku.

Rasa-rasanya terdengar sangat bodoh karena aku diberi kepercayaan dan aku seolah-olah tak ada tindakan.

Tuhan, kalau saja aku mengerti dari dulu, bahwa jika karena patah hati ini aku bisa dekat denganMu, kenapa tidak?!


Aku hanyalah debu yang dimiliki oleh Yang Bukan Debu, Yang Maha Kuasa.

Ayah di Jepang Tewas Membeku Melindungi Putrinya

Ayah, Daddy, Daughter, Father, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Inspirational Story, Jepang, Love
Seorang ayah membeku hingga meninggal karena melindungi putrinya yang berusia sembilan tahun dari badai salju parah yang melanda Jepang Utara.
Mikio Okada meninggal saat dia berusaha melindungi anak tunggalnya Natsune dari tiupan angin berkekuatan 109 kilometer per jam, di suhu -6°C.
Okada merupakan salah satu dari sedikitnya sembilan orang yang tewas dalam serangkaian insiden terkait salju saat badai menyapu pulau Hokkaido, kata polisi pada Senin.
Korban terakhir yang dikonfirmasi kematiannya adalah Kuniko Jingi (76), yang ditemukan berbaring di jalanan pada Minggu malam. Seperti kebanyakan korban lain, dia tampaknya tewas setelah meninggalkan mobilnya yang terdampar, kata seorang petugas kepolisian.
Jasad Okada ditemukan oleh tim penyelamat yang mencari keduanya setelah sejumlah kerabat mengabarkan pihak berwajib. Natsune mengenakan jaket ayahnya dan berada dalam pelukannya, kata sejumlah surat kabar dan lembaga penyiaran.
Keduanya terakhir terdengar kabarnya pada pukul 16.00 (waktu setempat) pada Sabtu, setelah Okada, yang berprofesi sebagai nelayan, menjemput anaknya dari sebuah sekolah tempat putrinya menunggu dia selesai bekerja.
Okada menelpon keluarganya untuk mengatakan kalau truknya terdampar di tengah salju, yang menumpuk beberapa meter di berbagai lokasi. Okada mengatakan dia dan Natsune akan berjalan beberapa kilometer, seperti yang dilaporkan Yomiuri Shimbun.
Keduanya ditemukan 300 meter dari truk mereka pada pukul 07.00 pada Minggu,
Okada melindungi putrinya, memeluknya dan tampaknya menggunakan tubuhnya dan tembok sebuah gudang untuk memberikan perlindungan, ujar Yomiuri. Dia menanggalkan jaketnya dan memberikannya kepada putrinya, ujar sebuah laporan televisi.
Tim penyelamat mengatakan putrinya menangis saat ditemukan di pelukan ayahnya, ujar koran tersebut. Gadis kecil itu dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan tidak mengalami cedera serius. Sementara itu, sang ayah dinyatakan secara resmi meninggal oleh dokter di RS yang sama, di dekat rumah mereka di Yubetsu di Hokkaido.
Menurut laporan Yomiuri, ibunda Natsume meninggal dua tahun lalu karena penyakit yang tidak diketahui.
Koran itu mengutip tetangga Okada yang memujinya sebagai ayah penyayang yang sering menunda pergi kerja untuk menikmati sarapan bersama putrinya.
Kematiannya terjadi saat seluruh Jepang merayakan Hari Anak Perempuan, atau Hinamatsuri, festival saat keluarga berkumpul dan menghiasi rumah dengan boneka.
“Dia sudah memesan kue untuk putri tunggalnya dan tidak sabar untuk merayakan Festival Boneka bersama,” ujar seorang tetangga kepada Yomiuri.
(So saddd…. T_______T)
I love u Dad,, U will always be my first love (-_-)

WaWdWs…What a Wonderful day Within story

http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Mati Lampu, Minggu, Nyetrika, Sharing
Bener2 gag bisa tidur…
Nge-blog ahhh….

Hari ini sukacita bgt plus byk hal2 yg tidak terduga terjadi….

Selamat subuh buat semua pembaca…
Barusan saya habis ngutak-atik blog orang dan ketawa-ketiwi sendiri baca cerita si kawan 😀
Dalam hati bergumam “Wah,, harus lebih rajin dan giat lagi nehh nulisnya” 😀
Fyi, kayaknya ini sesaat aja dweehh….

Tepat jam 10.00 p.m (gaya beud format time-nya) aku nyetrika pakaian…
Coz, seragam buat besok blum disetrika, mana lagi bayang-bayang gelap gulita (baca: mati lampu) menghampiri..
Alhasil,, 25 potong pakaian terlipat dengan rapi/sopan dan licin, tentunya juga harum 🙂 (bagai iklan Tri*a) 😀
Nb: rajin bgt aku ngitungnya…. 😀

So, let’s see what the wonderful story-nya… #ceritanya kita flashback
Hari ini aku ngalamin sakit yang luar biasa…kata kawan sih, kalau ini benar2 luar binasa.. Wow…shocked gw…
Sakitnya sepele bgt, tapi dia sedikitpun gag mw kompromi…
Aku bantai tidur, sedikitpun tak bergeming, sampai-sampai aku bangun kesorean…

daaannnn…..aku ngantuk teman-teman….
Zzzzz………… Byeeee….. =))

Kawasan-Kawasan di KKA

Anambas Island, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Indonesia, Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan, KKA, Perikanan, Pulau, Region

Kawasan lindung pulau-pulau kecil meliputi:


a. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
     1. Pulau Kukupluyong;

     2. Pulau Kudak;
     3. Pulau Gentingsagudampar;
     4. Pulau Kado;
     5. Pulau Panjang;
     6. Pulau Nibung;
     7. Pulau Nangak;
     8. Pulau Catok;
     9. Pulau Moso;
   10. Pulau Tanjungbong;
   11. Pulau Catuk;
   12. Pulau Luyong Kecil;
   13. Pulau Telis;
   14. Pulau Dukuh;
   15. Pulau Tibing;
   16. Pulau Temawan Besar;
   17. Pulau Temawan Kecil;
   18. Pulau Dekil;
   19. Pulau Tenak;
  20. Pulau Berhala;
  21. Pulau Belalang;
  22. Pulau Jangkat;
  23. Pulau Jangkat Kecil;
  24. Pulau Pasir Busung;
  25. Pulau Tanjung Soka;
  26. Pulau Mangkianpandak;
  27. Pulau Tenak;
  28. Pulau Seraye;
  29. Pulau Tokong Busung Besar;
  30. Pulau Tokong Busung Kecil;
  31. Pulau Tokong Kadis;
  32. Pulau Tokong Duyok;
  33. Pulau Tokong Kendo;
  34. Pulau Batu Telokrisan;
  35. Pulau Batu Laki;
  36. Pulau Batu Akar;
  37. Pulau Batu Kudo;
  38. Pulau Batu Abang Barat; dan
  39. Pulau Batu Punjung Selatan.


b. Kecamatan Siantan Tengah meliputi:
     1. Pulau Pengerat;
     2. Pulau Tinggalok Kecil;
     3. Pulau Mapit Kecil;
     4. Pulau Mapit;
     5. Pulau Nipah;
     6. Pulau Tinggalok Besar;
     7. Pulau Pasir;
     8. Pulau Tading;
     9. Pulau Tibing;
   10. Pulau Keramat;
   11. Pulau Pauh; dan
   12. Pulau Asuk.


c. Kecamatan Siantan Selatan meliputi:

     1. Pulau Dengkol;
     2. Pulau Tanjung Kusun;
     3. Pulau Pasu;
     4. Pulau Lanting Tengah;
     5. Pulau Lanting Laut;
     6. Pulau Piling;
     7. Pulau Sebuah;
     8. Pulau Kosong;
     9. Pulau Ular;
10.  Pulau Butun;
11.  Pulau Penging Kecil;
12.  Pulau Pasirlumat;
13.  Pulau Tokong Anak Hiu;
14.  Pulau Lantingdeko;
15.  Pulau Lang;
16.  Pulau Murba;
17.  Pulau Nakok;
18.  Pulau Tuaket;
19.  Pulau Tanjung Lanting;
20.  Pulau Dekar;
21.  Pulau Boboh;
22.  Pulau Impul;
23.  Pulau Lantinggenting;
24.  Pulau Lima Kecil;
25.  Pulau Mala;
26.  Pulau Tokong Bengong;
27.  Pulau Tokong Sigan;
28.  Pulau Tokong Dahan;
29.  Pulau Tokong Buan;
30.  Pulau Tokong Due;
31.  Pulau Tokong Blinai;
32.  Pulau Tokong Berakit
33.  Pulau Tokong Sendok;
34.  Pulau Batu Putih; dan
35.  Pulau Batu Tikus.


d.      Kecamatan Palmatak meliputi:
1.      Pulau Pasu;
2.      Pulau Nibung;
3.      Pulau Ipil;
4.      Pulau Nyemuk;
5.      Pulau Temiang Kecil;
6.      Pulau Matak Kecil;
7.      Pulau Piagus;
8.      Pulau Langor;
9.      Pulau Temiang Besar;
10.  Pulau Wi;
11.  Pulau Rengek;
12.  Pulau Sempun Besar;
13.  Pulau Sempun Kecil;
14.  Pulau Kecik;
15.  Pulau Tokong  Nenas;
16.  Pulau Tokong Berlayar;
17.  Pulau Tokong Pasu Selatan;
18.  Pulau Tokong Pasu Utara;
19.  Pulau Tokong Burun;
20.  Pulau Samak;
21.  Pulau Gunungantu;
22.  Pulau Kucing;
23.  Pulau Noran;
24.  Pulau Tokong Mandaria Darat;
25.  Pulau Batu Mamong;
26.  Pulau Batu Kucing; dan
27.  Pulau Batu Laut.


e.      Kecamatan Jemaja Timur meliputi:
1.      Pulau Dayong;
2.      Pulau Intan;
3.      Pulau Sarung;
4.      Pulau Duata;
5.      Pulau Berangan;
6.      Pulau Jemaja Kecil;
7.      Pulau Tokong Malang Biru;
8.      Pulau Tokong Berangan Barat;
9.      Pulau Tokong Berangan Timur; dan
10.  Pulau Batu Bow.


f.        Kecamatan Jemaja meliputi:
1.      Pulau Ipan;
2.      Pulau Katukan;
3.      Pulau Candi;
4.      Pulau Penesan Kecil;
5.      Pulau Bembang;
6.      Pulau Berhala;
7.      Pulau Yudan;
8.      Pulau Mukut;
9.      Pulau Genting Impul;
10.  Pulau Kusik Laut;
11.  Pulau Busuk;
12.  Pulau Gumailaut;
13.  Pulau Baju;
14.  Pulau Kumbar;
15.  Pulau Impol Kecil;
16.  Pulau Damar;
17.  Pulau Ubi;
18.  Pulau Mubur;
19.  Pulau Kumbar;
20.  Pulau Tokong Baju;
21.  Pulau Tokong Anak;
22.  Pulau Batu Gumai;
23.  Pulau Batu Mencari;
24.  Pulau Batu Giu;
25.  Pulau Batu Baju; dan
26.  Pulau Tulai


Kawasan Perikanan:

(1) Kawasan perikanan tangkap sebagaimana berupa kawasan ekonomi khusus perikanan tangkap dengan luas kurang lebih 308 Ha berada di Teluk Rambut Kecamatan Siantan Selatan.
(2) Kawasan perikanan budidaya dengan luas kurang lebih 1.341 Ha meliputi:
       a. Kawasan perikanan budidaya laut:
            1. Kecamatan Siantan Tengah  meliputi:
                a) Desa Air Sena dan
                b) Desa Air Asuk

           2. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
                a) Desa Nyamuk; dan
                b) Desa Batu Belah

           3. Kecamatan Palmatak meliputi:
                a)   Desa Tebang Ladan;
                b)  Desa Candi;
                c)   Desa Putik;
                d)  Desa Langir; dan
                e)   Desa Piabung

        b. Kawasan perikanan budidaya air tawar berada di Waduk Dapid Thalib Kecamatan Jemaja Timur; dan
        c. Kawasan budidaya rumput laut meliputi:
            1. Kecamatan Siantan Tengah meliputi:
                a) Desa Air Sena; dan
                b) Desa Air Asuk
           2. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
                a) Desa Nyamuk; dan
                b) Desa Batu Belah
           3. Kecamatan Jemaja berada di Kelurahan Letung; dan
           4. Kecamatan Jemaja Timur meliputi:
                a) Desa Genting Pulur; dan
                b) Desa Kuala Maras
(3) Kawasan minapolitan dengan luas kurang lebih 9.437 Ha berupa kawasan minapolitan budidaya perikanan napoleon dan kerapu meliputi:
       a. Desa Air Sena dan Desa Air Asuk berada di Kecamatan  Siantan Tengah;
       b. Desa Tebang Ladan, Desa Candi, Desa Putik, Desa Langir, dan Desa Piabung 
berada di Kecamatan Palmatak; dan

       c.   Desa Nyamuk dan Desa Batu Belah berada di Kecamatan Siantan Timur
(4) Prasarana perikanan meliputi:
       a. Pelabuhan perikanan pantai  berada di Antang Desa Tarempa Timur;
       b. Pangkalan pengawasan perikanan berada di Teluk Rambut Desa Tiangau; dan

       c. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) meliputi:
           1. Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja;
           2. Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur;
           3. Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur;
           4. Desa Air Sena Kecamatan Siantan Tengah; dan
           5. 
Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan

http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post

I’m Lenny Romauli (Navratilova Sari Dewi) Marpaung (what a short name, isn’t it? :D) part-time husbandry student, part-time traveler, part-time amateur photographer, part-time blogger, part-time twitter user, part-time facebook-er, part-time internet addict, part-time biology addict, both part-time illegal downloader and uploader.. full-time Indonesian, full-time loving my family, full-time believing that I’m nothing without God’s grace..