Kawasan-Kawasan di KKA

Anambas Island, http://schemas.google.com/blogger/2008/kind#post, Indonesia, Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan, KKA, Perikanan, Pulau, Region

Kawasan lindung pulau-pulau kecil meliputi:


a. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
     1. Pulau Kukupluyong;

     2. Pulau Kudak;
     3. Pulau Gentingsagudampar;
     4. Pulau Kado;
     5. Pulau Panjang;
     6. Pulau Nibung;
     7. Pulau Nangak;
     8. Pulau Catok;
     9. Pulau Moso;
   10. Pulau Tanjungbong;
   11. Pulau Catuk;
   12. Pulau Luyong Kecil;
   13. Pulau Telis;
   14. Pulau Dukuh;
   15. Pulau Tibing;
   16. Pulau Temawan Besar;
   17. Pulau Temawan Kecil;
   18. Pulau Dekil;
   19. Pulau Tenak;
  20. Pulau Berhala;
  21. Pulau Belalang;
  22. Pulau Jangkat;
  23. Pulau Jangkat Kecil;
  24. Pulau Pasir Busung;
  25. Pulau Tanjung Soka;
  26. Pulau Mangkianpandak;
  27. Pulau Tenak;
  28. Pulau Seraye;
  29. Pulau Tokong Busung Besar;
  30. Pulau Tokong Busung Kecil;
  31. Pulau Tokong Kadis;
  32. Pulau Tokong Duyok;
  33. Pulau Tokong Kendo;
  34. Pulau Batu Telokrisan;
  35. Pulau Batu Laki;
  36. Pulau Batu Akar;
  37. Pulau Batu Kudo;
  38. Pulau Batu Abang Barat; dan
  39. Pulau Batu Punjung Selatan.


b. Kecamatan Siantan Tengah meliputi:
     1. Pulau Pengerat;
     2. Pulau Tinggalok Kecil;
     3. Pulau Mapit Kecil;
     4. Pulau Mapit;
     5. Pulau Nipah;
     6. Pulau Tinggalok Besar;
     7. Pulau Pasir;
     8. Pulau Tading;
     9. Pulau Tibing;
   10. Pulau Keramat;
   11. Pulau Pauh; dan
   12. Pulau Asuk.


c. Kecamatan Siantan Selatan meliputi:

     1. Pulau Dengkol;
     2. Pulau Tanjung Kusun;
     3. Pulau Pasu;
     4. Pulau Lanting Tengah;
     5. Pulau Lanting Laut;
     6. Pulau Piling;
     7. Pulau Sebuah;
     8. Pulau Kosong;
     9. Pulau Ular;
10.  Pulau Butun;
11.  Pulau Penging Kecil;
12.  Pulau Pasirlumat;
13.  Pulau Tokong Anak Hiu;
14.  Pulau Lantingdeko;
15.  Pulau Lang;
16.  Pulau Murba;
17.  Pulau Nakok;
18.  Pulau Tuaket;
19.  Pulau Tanjung Lanting;
20.  Pulau Dekar;
21.  Pulau Boboh;
22.  Pulau Impul;
23.  Pulau Lantinggenting;
24.  Pulau Lima Kecil;
25.  Pulau Mala;
26.  Pulau Tokong Bengong;
27.  Pulau Tokong Sigan;
28.  Pulau Tokong Dahan;
29.  Pulau Tokong Buan;
30.  Pulau Tokong Due;
31.  Pulau Tokong Blinai;
32.  Pulau Tokong Berakit
33.  Pulau Tokong Sendok;
34.  Pulau Batu Putih; dan
35.  Pulau Batu Tikus.


d.      Kecamatan Palmatak meliputi:
1.      Pulau Pasu;
2.      Pulau Nibung;
3.      Pulau Ipil;
4.      Pulau Nyemuk;
5.      Pulau Temiang Kecil;
6.      Pulau Matak Kecil;
7.      Pulau Piagus;
8.      Pulau Langor;
9.      Pulau Temiang Besar;
10.  Pulau Wi;
11.  Pulau Rengek;
12.  Pulau Sempun Besar;
13.  Pulau Sempun Kecil;
14.  Pulau Kecik;
15.  Pulau Tokong  Nenas;
16.  Pulau Tokong Berlayar;
17.  Pulau Tokong Pasu Selatan;
18.  Pulau Tokong Pasu Utara;
19.  Pulau Tokong Burun;
20.  Pulau Samak;
21.  Pulau Gunungantu;
22.  Pulau Kucing;
23.  Pulau Noran;
24.  Pulau Tokong Mandaria Darat;
25.  Pulau Batu Mamong;
26.  Pulau Batu Kucing; dan
27.  Pulau Batu Laut.


e.      Kecamatan Jemaja Timur meliputi:
1.      Pulau Dayong;
2.      Pulau Intan;
3.      Pulau Sarung;
4.      Pulau Duata;
5.      Pulau Berangan;
6.      Pulau Jemaja Kecil;
7.      Pulau Tokong Malang Biru;
8.      Pulau Tokong Berangan Barat;
9.      Pulau Tokong Berangan Timur; dan
10.  Pulau Batu Bow.


f.        Kecamatan Jemaja meliputi:
1.      Pulau Ipan;
2.      Pulau Katukan;
3.      Pulau Candi;
4.      Pulau Penesan Kecil;
5.      Pulau Bembang;
6.      Pulau Berhala;
7.      Pulau Yudan;
8.      Pulau Mukut;
9.      Pulau Genting Impul;
10.  Pulau Kusik Laut;
11.  Pulau Busuk;
12.  Pulau Gumailaut;
13.  Pulau Baju;
14.  Pulau Kumbar;
15.  Pulau Impol Kecil;
16.  Pulau Damar;
17.  Pulau Ubi;
18.  Pulau Mubur;
19.  Pulau Kumbar;
20.  Pulau Tokong Baju;
21.  Pulau Tokong Anak;
22.  Pulau Batu Gumai;
23.  Pulau Batu Mencari;
24.  Pulau Batu Giu;
25.  Pulau Batu Baju; dan
26.  Pulau Tulai


Kawasan Perikanan:

(1) Kawasan perikanan tangkap sebagaimana berupa kawasan ekonomi khusus perikanan tangkap dengan luas kurang lebih 308 Ha berada di Teluk Rambut Kecamatan Siantan Selatan.
(2) Kawasan perikanan budidaya dengan luas kurang lebih 1.341 Ha meliputi:
       a. Kawasan perikanan budidaya laut:
            1. Kecamatan Siantan Tengah  meliputi:
                a) Desa Air Sena dan
                b) Desa Air Asuk

           2. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
                a) Desa Nyamuk; dan
                b) Desa Batu Belah

           3. Kecamatan Palmatak meliputi:
                a)   Desa Tebang Ladan;
                b)  Desa Candi;
                c)   Desa Putik;
                d)  Desa Langir; dan
                e)   Desa Piabung

        b. Kawasan perikanan budidaya air tawar berada di Waduk Dapid Thalib Kecamatan Jemaja Timur; dan
        c. Kawasan budidaya rumput laut meliputi:
            1. Kecamatan Siantan Tengah meliputi:
                a) Desa Air Sena; dan
                b) Desa Air Asuk
           2. Kecamatan Siantan Timur meliputi:
                a) Desa Nyamuk; dan
                b) Desa Batu Belah
           3. Kecamatan Jemaja berada di Kelurahan Letung; dan
           4. Kecamatan Jemaja Timur meliputi:
                a) Desa Genting Pulur; dan
                b) Desa Kuala Maras
(3) Kawasan minapolitan dengan luas kurang lebih 9.437 Ha berupa kawasan minapolitan budidaya perikanan napoleon dan kerapu meliputi:
       a. Desa Air Sena dan Desa Air Asuk berada di Kecamatan  Siantan Tengah;
       b. Desa Tebang Ladan, Desa Candi, Desa Putik, Desa Langir, dan Desa Piabung 
berada di Kecamatan Palmatak; dan

       c.   Desa Nyamuk dan Desa Batu Belah berada di Kecamatan Siantan Timur
(4) Prasarana perikanan meliputi:
       a. Pelabuhan perikanan pantai  berada di Antang Desa Tarempa Timur;
       b. Pangkalan pengawasan perikanan berada di Teluk Rambut Desa Tiangau; dan

       c. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) meliputi:
           1. Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja;
           2. Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur;
           3. Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur;
           4. Desa Air Sena Kecamatan Siantan Tengah; dan
           5. 
Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan

Advertisements

About KKA (Kabupaten Kepulauan Anambas)

Anambas Island, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri, Kepulauan Riau, Profile Anambas, Pulau

Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari 7 kecamatan dan 36 desa dengan total penduduk sebesar 37.411 jiwa (Sensus Penduduk 2010).
Kabupaten Kepulauan Anambas baru terbentuk tanggal 24 Juli 2008 berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 2008.
Awalnya, Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari 6 kecamatan yaitu:
1.     Kecamatan Siantan
2.    Kecamatan Siantan Timur
3.    Kecamatan Siantan Selatan
4.    Kecamatan Palmatak
5.    Kecamatan Jemaja dan
6.    Kecamatan Jemaja Timur
Namun, berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 17 Tahun 2008, ditambahlah 1 kecamatan yaitu:
7.    Kecamatan Siantan Tengah.
Kabupaten Kepulauan Anambas terletak antara:
2º10’0”-3º40’0” LU s.d 105º15’0”-106º45’0” BT (UU No 33 Tahun 2008)
Sebagai kabupaten yang terletak di beranda depan wilayah Indonesia, Kabupaten Kepulauan Anambas berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga lainnyayaitu:
1.     Utara          : Laut Cina Selatan/Vietnam
2.    Selatan        : Kepulauan Tambelan
3.    Barat           : Cina Selatan/Malaysia
4.    Timur          : Laut Natuna
Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya, karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan dan pulau-pulau yang tersebar di Perairan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.
Dari total luas Kabupaten Kepulauan Anambas ± 46.664,15 Km² hanya 607,72 km² (1,3%) yang merupakan daratan, selebihnya 46.056,43 km² (98,7%) merupakan lautan.
Tanah-tanah di Kabupaten Kepulauan Anambas banyak didominasi oleh tanah-tanah dengan pH rendah, yaitu tanah mineral maupun tanah organik yang telah mengalami pencucian.
Kondisi tanah-tanah seperti ini merupakan faktor pembatas bagi usaha pertanian yang mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas tanaman.
Kondisi iklim di Kabupaten Kepulauan Anambas dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan MaretMei, ketika angin bertiup dari arah Utara, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan SeptemberFebruari, ketika angin bertiup dari arah Timur dan Selatan.
Curah hujan rata-rata dalam satu tahun per jam berkisar ± 14,5 mm/h dengan kelembaban udara sekitar 47,25 %  dan temperatur berkisar 30oC.
Berdasarkan arah angin musim, wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dibagi dalam 4 periode yaitu:
1.     Periode Januari-Maret: bertiup angin Utara dan Timur Laut, curah hujan sedang dengan temperatur udara sedang
2.    Periode AprilJuni: bertiup angin Timur Laut/Tenggara, hujan sedikit dengan temperatur udara agak panas (lebih kurang 32°C)
3.    Periode JuliSeptember: bertiup angin Tenggara, hujan turun agak banyak dengan temperatur udara agak panas (lebih kurang 32°C)
4.    Periode OktoberDesember: bertiup angin Barat/Utara, hujan banyak turun pada bulan September, Oktober dan November, temperatur udara agak dingin (lebih kurang 28,9°C) dan lembab pada malam hari.

Berlalu~

Uncategorized
Bukan salahmu..
Bukan salahNya..
Ingin ‘ku sudahi semua..
Tiada lagi rasa itu..
Aku menanti sesuatu yang kurang pasti..

Entah mengapa aku lelah dengan semua ini..
Tiada lagi kasih yang dulu..
Lebih baik kita tidak bersama..

Enyah saja seluruhnya..
Biar terkubur bersama sang waktu..
Hingga suatu saat kenangan itu singgah..
Atau mungkin mempertemukan kita kali kedua..

Aku tak tahu…
Dan engkau pun tak akan mau tahu…
Biarlah semuanya berlalu…

10 Juni 2012 05:10 p.m